Dua tahun yang lalu, tepat pada hari ini (jumat 10-05-2011)
aku melangkah dari kediaman ku yang sederhana diseberang laut
Indonesia timur kampong wailoping namanya, itu masih indonesia tepatnya
Maluku utara, dengan beberapa bekal kue dan air minum aku berangkat bersama
paman ku yang -sekarang tinggal di Kediri, setlahcium tangan ayah-ibu aku
berangkat dengan niat bulat untuk menuntut ilmu di jawa yang merupakan pulau
menuntut ilmu. Sayang waktu itu aku melupakan suatu yang sekarang sangat amat
akurindukan yaitu memeluk kedua saudara laki-laki ku, aku sangat menyesal
sekarang. Saat aku ingin memeluk mereka sekarang aku harus menuggu dua tahun
lagi saat aku pulang nanti setelah aku diwisuda, dan itu akan terasa sangat
lama, karna aku harus menunggu dua tahun lagi.
Sudah
tak terhitung lagi berapa kali aku mengeluh seperti ini, namun tekad bulat ku
untuk menyelesaikan study ku ini menahan ku untuk pulang, memang tidak aku saja
yang merasakan hal seperti ini, banyak sahabat-sahabat SMA ku dulu yang
merantau seperti ku ini, bahkan beberapa diantara mereka adalah perempuan.
Namun, jelas itu berbeda dengan ku, aku yang merantau tanpa ada jatah yang
jelas, aku selalu memiliki beban yang tak terlihat namun sangat berat, aku yang
terluka namun tak meneteskan darah, akulah wahyu wibowo yang lemah dan harus
hidup sendiri dengan perjuangan sendiri pula,
tak ingin terus mengeluh aku bhakan telah melakukan hal-hal yang tak
biasa ku lakukan. Aku menjerit dalam hati, namun harus aku jalani karna
keyakinan ku suatu saat aku akan mendapat apa yang aku ingin dapatkan, karna
aku terbiasa begitu..
Ada yang bilang jika u sering membicarakan
dirimu sendiri bersiaplah bahwa kamu segera depresi, namunhal itu tidak akan
berlaku untuk ku, karna bagiku menulis seperti ini akan membuat ku merasa jika
suatu saat nanti aku gagal melakukan sesuatu yang aku ingin aku akan
melakukanya sedari awal lagi.
Catatan dua tahun ku di tanah rantau ini ku tulis jika satu
tahun kemudian aku menulis lagi pasti akan berbeda darisekarang keadaanya, karena
maaf dua tahun berlalu kau masih saja hanya bias menulis keluha-keluhan seperti
ini, dan belum ada prestasi yang bias ku banggakan.
By : wahyu wibowo (payah)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar