Sabtu, 11 Mei 2013

Dua tahun ku di jawa



Dua tahun yang lalu, tepat pada hari ini (jumat 10-05-2011) aku melangkah dari kediaman ku yang sederhana diseberang  laut  Indonesia timur kampong wailoping namanya, itu masih indonesia tepatnya Maluku utara, dengan beberapa bekal kue dan air minum aku berangkat bersama paman ku yang -sekarang tinggal di Kediri, setlahcium tangan ayah-ibu aku berangkat dengan niat bulat untuk menuntut ilmu di jawa yang merupakan pulau menuntut ilmu. Sayang waktu itu aku melupakan suatu yang sekarang sangat amat akurindukan yaitu memeluk kedua saudara laki-laki ku, aku sangat menyesal sekarang. Saat aku ingin memeluk mereka sekarang aku harus menuggu dua tahun lagi saat aku pulang nanti setelah aku diwisuda, dan itu akan terasa sangat lama, karna aku harus menunggu dua tahun lagi.
                Sudah tak terhitung lagi berapa kali aku mengeluh seperti ini, namun tekad bulat ku untuk menyelesaikan study ku ini menahan ku untuk pulang, memang tidak aku saja yang merasakan hal seperti ini, banyak sahabat-sahabat SMA ku dulu yang merantau seperti ku ini, bahkan beberapa diantara mereka adalah perempuan. Namun, jelas itu berbeda dengan ku, aku yang merantau tanpa ada jatah yang jelas, aku selalu memiliki beban yang tak terlihat namun sangat berat, aku yang terluka namun tak meneteskan darah, akulah wahyu wibowo yang lemah dan harus hidup sendiri dengan perjuangan sendiri pula,  tak ingin terus mengeluh aku bhakan telah melakukan hal-hal yang tak biasa ku lakukan. Aku menjerit dalam hati, namun harus aku jalani karna keyakinan ku suatu saat aku akan mendapat apa yang aku ingin dapatkan, karna aku terbiasa begitu..
                 Ada yang bilang jika u sering membicarakan dirimu sendiri bersiaplah bahwa kamu segera depresi, namunhal itu tidak akan berlaku untuk ku, karna bagiku menulis seperti ini akan membuat ku merasa jika suatu saat nanti aku gagal melakukan sesuatu yang aku ingin aku akan melakukanya sedari awal lagi.

Catatan dua tahun ku di tanah rantau ini ku tulis jika satu tahun kemudian aku menulis lagi pasti akan berbeda darisekarang keadaanya, karena maaf dua tahun berlalu kau masih saja hanya bias menulis keluha-keluhan seperti ini, dan belum ada prestasi yang bias ku banggakan.
Aku payah kali ini, namun tidak dilain kali dan kali-kali seterusnya…


By : wahyu wibowo (payah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar